KEDUDUKAN HUKUM TENAGA MEDIS YANG MENYUNTIK MATI (EUTHANASIA) PASIEN DENGAN IJIN PIHAK KELUARGA KARENA PASIEN MENDERITA SAKIT BERKEPANJANGAN MENURUT KUHP

Penulis

  • Soegeng Hardjono Universitas Kartini Surabaya

Kata Kunci:

tinjauan medis, kasus euthanasia

Abstrak

Tujuan penelitian ini, adalah untuk menganalisis tinjauan medis terhadap kasus euthanasia
yang terjadi di Indonesia dan untuk menganalisis tinjauan hukum pidana Indonesia terhadap
kasus euthanasia yang terjadi di Indonesia.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian hukum dengan
pendekatan yuridis normatif. Pendekatan normatif yaitu suatu metode hukum dikonsepsikan
sebagai norma, kaidah, atau suatu metode yang menitik beratkan penelitian terhadap data
kepustakaan, atau yang disebut dengan data sekunder
Kesimpulan pada penelitian ini adalah : Meringankan penderitaan pasien ialah tanggungjawab
seorang dokter dan menyelamatkan nyawa adalah tugas seorang dokter, oleh karena itu dapat
dilihat sesungguhnya ujian bagi seorang dokter dalam mengambil kebijakan dan
menerapkannya dengan hati nurani dan pikiran yang jernih dengan segala kebaikannya dapat
diterapkan secara tepat tidak melanggar hukum agama dan hukum positif negara. Selama ini
belum pernah diajukan suatu perkara dengan dasar hukum pasal 344 KUHP. Kasus-kasus yang
terjadi di indonesia belum memenuhi unsur delik pasal tersebut seperti pada kasus Ny. Agian
dan Ny. Siti zulaekha sehingga tidak bisa di terapkan. Seorang dokter berhak menolak untuk
melakukan segala sesuatu yang tidak baik atau yang menyimpang dari etika meskipun hal itu
diminta oleh pasien atau keluarganya, jika kaitannya dengan eutanasia pasif maka harus
memenuhi prosedur yang berlaku.

Unduhan

Diterbitkan

2022-03-08

Terbitan

Bagian

Tabel Of Content